Minggu, 21 Juni 2009
CARA SMS GRATIS UNTUK KARTU im3
1. kartu perdana im3
2. pulsa minimal Rp.5000
3. handphone aktif
4. koneksi internet
pertama tama pastikan nomer im3 anda telah di register ke 4444 karena ini adalah syarat mutlak untuk bisa memakai kartu GSM/CDMA di indonesia. NAH SAATNYA BERAKSI pertama2 silahkan dulu register di m3-access.com dengan klik gambar ini
lalu lakukan registrasi dengan meng klik pada halaman m3-access.com seperti pada gambar ini
setelah anda memasukkan data diri anda dengan benar sesuai dengan identitas diri anda maka isilah kolom bagian bawah dengan kode ferivikasi yang telah di sediakan. dan pada pilihan info anda harap di isi dengan YA karena itutidak akan merugikan anda, lihat gambar
setelah anda tekan submit maka anda akan menerima sms ferivikasi dalam 1×24 jam, biasanya sih langsung dapat sms kok. nah setelah itu anda tinggal aktifkan acount anda pada side bar sebelah kiri pada halaman situs tersebut. setelah aktif maka anda siap untuk mengirim sms gratis tanpa harus memotong pulsa HP anda. lihat gambar
awali nomer tujuan anda dengan nomer 62xxxxxxxxxx sebagai kode negara indonesia. mengapa saya merekomendasikan www.m3-access.com? karena saya merasa situs ini yang masih baik hati dengan memberikan sms gratis tis tis tis :-D pasti bagi anda yang sudah mengetahui hal ini tidak akan menyadari bahwasanya sms gratis yang diberikan hanya 10 sms/hari akan terus berlanjut sampai lebih dari 10 quota sms (walau sekali kirim cuma bisa 110 karakter) lihat gambar
Tapi tahukah anda bahwa sms gratis ini bukan hanya untuk ke sesama indosat saja tetapi bisa sampai ke semua operator lho baik GSM atau CDMA bahkan saya pernah sms ke luar negeri yang tarifnya Rp.500/sms dan sampai. lumayan kan ngirit pulsa dan bisa ngirim sms sepuasnya(unlimited).untuk sms ke luar negeri silahkan masukkan kode negara(misal Hongkong 852xxxxxxxxxx). hanya syarat yang harus di patuhi adalah pulsa im3 reguler anda harus cukup(misal Rp.5000) dan si penerima sms akan tau siapa pengirimnya karena nomor yang masuk ke HP dia adalah no HP anda. semoga tips ini bermanfaat bagi anda. salam Hangat dari Serdang Bedagai
Minggu, 14 Juni 2009
NINJA RR
Sabtu, 13 Juni 2009
Perguruan Tinggi Jangan Kerdilkan Bahasa Indonesia
SP/Dwi Agro Santosa - Dendy Sugono
[JAKARTA] Perguruan tinggi (PT) diminta untuk memberikan ruang lebih besar terhadap pendalaman bahasa Indonesia. Sebab, peran bahasa Indonesia sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. “PT tidak boleh mengerdilkan peran bahasa Indonesia. Apalagi, sampai bahasa Indonesia tergeser oleh bahasa asing,” kata Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Dendy Sugono kepada SP, di Jakarta, Selasa (26/5).
Pernyataan itu menanggapi keluhan sejumlah guru soal tidak diprioritaskannya bahasa Indonesia dalam tes masuk perguruan tinggi (SP, 27/5). Namun, menurut Dendy, perguruan tinggi tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai materi tes masuk , hanya saja dalam kurikulum tidak diperdalam.
Dia mengatakan, minimnya peran PT untuk memberikan pendalaman bahasa Indonesia bagi mahasiswa bisa dilihat dari kurikulum yang diterapkan. “Bahasa Indonesia memang dipakai dalam tes masuk PT dan PTN. Namun, setelah tes, saat pembelajaran, mata kuliah bahasa Indonesia tidak terlalu didalami. Memang tidak semua PT begitu. Ada juga PT yang memang tetap memprioritaskan bahasa Indonesia,” katanya.
Dikatakan, bagi mahasiswa S1 atau jenjang yang lebih tinggi, peran bahasa Indonesia seharusnya tetap menjadi prioritas. “Dalam belajar ilmu pengetahuan, bahasa Indonesia sangat penting, bukannya harus dipinggirkan, karena penggunaan bahasa asing,” katanya.
Menurutnya, kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa juga harus diuji dengan Uji Kemampuan Bahasa Indonesia (UKBI). Uji kemampuan ini merupakan tes untuk mengukur mutu penggunaan bahasa Indonesia yang berstandar nasional dan berpeluang internasional serta materi tersebut akan diujikan atas permintaan dari peserta.
Dijelaskan, hasil UKBI berupa peringkat dan predikat ditentukan dari skor tertentu. Pemeringkatan hasil UKBI terdiri dari tujuh tingkat. Peringkat tersebut, yaitu istimewa, sangat unggul, madya, semenjana (menengah), marginal, dan terbatas.
Dia menambahkan, hasil yang diperoleh sesudah menjalani tes tersebut antara lain bisa terlihat orang yang pandai berkomunikasi dengan baik, logika berpikirnya pun cenderung baik. Guru bahasa Indonesia pun harus mahir berbahasa Indonesia.
Mahir menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan WJS Poerwadarminta adalah telah terlatih, cakap. UKBI adalah instrumen pengujian kemahiran berbahasa Indonesia yang dikembangkan Pusat Bahasa. Dengan mengikuti UKBI, katanya, setiap orang dapat memperoleh informasi yang akurat tentang kemampuan berbahasa Indonesia.
UKBI telah menjadi sarana pengukuran yang berstandar nasional, sesuai Keputusan Mendiknas Republik Indonesia Nomor 152/U/2003. “Tes ini bisa dikatakan sama dengan TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Ini penting bagi mahasiswa,” katanya.
Sayangnya, Dendy mengatakan, belum banyak PT yang melakukannya. Dendy juga menyoroti sekolah berstandar internasional (SBI) yang tidak memprioritaskan bahasa Indonesia sebagai tes masuk. “Di SBI yang dites adalah bahasa asing. Kalau di PT, bahasa Indonesia juga diuji, tetapi hanya tingkat dasar,” katanya.
Dijelaskan, sistem dan model pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dan di PT belum mencerminkan peran dan fungsi bahasa yang sesungguhnya. Sebab, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia hanya berkutat pada pembuatan kalimat, imbuhan, dan bacaan. “Fungsi bahasa sebagai alat bernalar, alat berkomunikasi dan alat berekspresi,” katanya.
Sistem pembelajaran bahasa Indonesia, katanya, harus mengajarkan tentang penggunaan bahasa sebagai alat berpikir dan berekspresi ranah-ranah pembelajaran bahasa Indonesia sebagaimana mestinya. “Peran bahasa Indonesia juga telah dikukuhkan dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan adalah suatu pembentukan kepribadian dan pengembangan kecerdasan, emosional, dan intelektual anak-anak bangsa,” katanya.
Di tempat terpisah, pakar bahasa dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Bambang Kaswanti Purwo mengatakan, banyak PT yang belum memprioritaskan bahasa Indonesia dalam kurikulum pembelajarannya. “Kalaupun ada, itu hanya bahasa dasar saja,” katanya.
Seharusnya, terang dia, PT harus memberikan peran yang lebih besar lagi dalam pengembangan Bahasa Indonesia. “Di Korea, PT wajib membuka jurusan Bahasa Korea. Artinya, kalau ada pembukaan PT yang tidak ada jurusan bahasa Korea, pemerintah di sana tidak akan memberikan izin.
Sementara, di Jakarta saja, hanya ada 1 PTS yang membuka jurusan Bahasa Indonesia,” katanya. Menurutnya, peran bahasa Indonesia sangat signifikan, sehingga, upaya-upaya pengembangan bahasa Indonesia seharusnya lebih diperbesar.
Membantah
Sementara itu, Wakil Kepala Humas Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati membantah jika UI mengabaikan peran bahasa Indonesia. “Dalam SNMPTN dan ujian mandiri masuk UI, ada ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jadi, bahasa Indonesia tetap menjadi syarat mutlak masuk UI,” katanya.
Dia menambahkan, bahasa Indonesia masuk dalam mata kuliah pengembangan kepribadian terpadu dan sebanyak 6 sistem kredit semester (SKS). “Ini di seluruh fakultas. Dengan mata kuliah ini, UI meyakini peran bahasa Indonesia akan membentuk kepribadian. Misalnya, dalam berkomunikasi, presentasi, dan penulisan skripsi,” katanya. [W-12]
Sumber: Suara Pembaruan, Kamis, 28 Mei 2009


